Pagi yang cerah dan sedikit tegang.
Bapak Udaya selaku pengurus PUK mencoba mensosialisasikan peraturan-peraturan yang sebenarnya peraturan baku,mudah ditebak dan sangat biasa dituliskan disetiap instansi.
Apa sih intinya???Apakah peraturan itu semua hanya berlaku bagi karyawan jelata seperti saya contohnya.
Semua,semua dan semua menuntut peraturan ditegakan tanpa pernah introspeksi dengan yang membuat peraturan ,sampai kiamat pun rasanya gak akan terlaksana.
Gak usah jauh-jauh belajar saja dari perusahaan yang sudah terkenal,bagaimana cara mereka supaya menjadi perusahaan yang bisa berkompetisi.
Memaksakan sistem tanpa disadari adanya pelanggaran besar-besaran sangat jelas sekali akan menghancurkan reputasi yang sudah ada.
Pikir baik-baik jangan cuma mengandalkan emosi dan hawa nafsu kalau mau jadi orang profesional.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
9 komentar:
Wah hebat banget!!! udah ganteng,jago ngomong pokonya makin cinta deh.
intinya disini tidak ada Take and give nya! dalam artian Yang punya kerja prestasi kerja bagus, tanggung jawab tinggi, loyalitas (samapai ball point untuk kerja beli sendir) belum mendapat penghargaan yang proporsional, bahkan subyetivitas kadang2 kental sekali, bila kesalahan muncul dan tidak disukai, akhirnya PHK
rekan2 kyanya alergi banget kl ngebahas masalah puk! ga usah takut ! kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat itu dijazmin uu
PUK, PUK NASIB MU KINI.
Gue pikir, untuk menjadi maju yaa harus rela berkorban dan engga takut mati. Ingat, orang kaya saat ini adalah merupakan kebanyakan warisan dari orang tuanya. Dan pada saat itu, mereka rela berkorban waktu, nyawa dan tenaga demi untuk anak dan cucunya. Gimana dengan KITA ?.
saatnya buka mata dan buka telinga semua!!!!!!
Untuk menentukan nasib PUK, paling tidak ada beberapa langkah yg harus ditempuh.
1- Berikan inspirasi kepada para Anggota bahwa PUK tempat inspirasimu. Bukan keluh kesahmu.
2- Bangunkan independesimu bukan ketergantungan apalagi ketakutan.
3- Tingkatkan kualitasmu baru naikan gajimu.
GUA SARANAIN UNTUK YANG NGAKU MASIH ORANG INDONESIA HARUS NONTON FILM NAGA BONAR JADI2,KENAPA????????? BIAR ADA RASA NASIONALISMENYA WALAUPUN SEBESAR BIJI BUAH YANG PALING KECIL DIDUNIA!!
GUA JADI INGET CERITA ALMARHUM BAPAK GUA: DULU JAMAN PENJAJAHAN ORANG INDONESIA YANG BISA HIDUP MAKMUR ITU HANYA DEMANG2 PENJAJAH/ ANTEK2 KOMPENI!KAYANYA RADA2 MIRIP DENGAN KEADAAN SEKARANG NIH
YANG JELAS NASIONALISME BEBERAPA ORANG DISINI SUDAH HILANG! LEBIH MEMILIH DAN MEMBELA BANGSA LAIN DARIPADA MEMBELA BANGSANYA SENDIRI!! EDAN
Thank`s bro atas dukungan dan suportnya buat PUK.
Posting Komentar