Kamis, 28 Februari 2008

PT. KEL Indonesia Hidupku dan Hidupmu

Dengan penuh semangat saya menyempatkan diri untuk menulis artikel ini, sampai-sampai tidak HLK, walaupun sibuknya intensitas kerja seiring pesatnya kemajuan perusahaan.
Artikel ini saya buat untuk membuktikan kekaguman saya terhadap PT. KEL yang mampu memberikan apresiasi terbaik terhadap karyawannya, semua berjalan profesional dan kompetitif,didukung pula oleh SDM yang sangat handal.
Marilah kita berdo'a mudah-mudahan menjadi perusahaan yang terkenal di dunia maupun di akherat.
Sebagai orang bodoh saya merasa bangga bekerja disini dengan berbagai penghargaan yang diterima,walaupun ada sebagian yang hanya nominasi.Mungkin kalau di militer baju saya sudah penuh dengan bintang jasa.
Berkat hasil kerja disini saya menjadi orang terkaya di kampung.Rumah saya bertingkat,mobil berderet bahkan kalau ada orang yang pinjam uang saya berikan tanpa perlu bayar.
Yang saya pikirkan adalah bagaimana kalau saya keluar dari perusahaan ini,bisa-bisa saya jadi pengemis atau bahkan mati kelaparan.
Terima kasih PT. KEL karena engkaulah napas ini masih terasa lega.AY LAP YU POKONYA MAH.

Jumat, 22 Februari 2008

Lari dari ketakutan menimbulkan masalah

Pada hari minggu kuturut ayah ke kota.
Eh maaf salah, kok jadi lagu!!!?Pada suatu hari aja ya???!
Ketika kami sedang bermain di rear garden atau bahasa indonesianya kebon singkong.Tiba-tiba isteri saya lari ke dalam rumah dan menjerit-jerit.
Saya tanya ada apa? Dia menjawab ada ulat bulu sebesar ujung lidi. Sebenarnya saya pun takut. tapi saya pikir tidak ada gunanya saya takut, karena dengan takut ulat tersebut tidak akan hilang dan sebenarnya saya laripun ulat tersebut tidak akan mengejar.
Dari kejadian diatas saya mempunyai kesimpulan

Bersambung dulu

Senin, 18 Februari 2008

IMPROVISASI TANPA INTROSPEKSI

Suatu hari saya ngobrol dengan nahkoda kapal bajak laut. Dia berbicara bahwa dia akan belajar insyaf atau apa cuma pura-pura insyaf. Dia bercerita banyak tentang anak buah dan koleganya yang telah sukses dengan kerja mereka sebagai bajak laut. Dan masih ada pula yang masih melakukan kejahatan-kejahatan . tapi kata nahkoda itu “ oh itu tidak apa-apa , dia teman dekat saya dan kami sering berbagi, nasehat saya cuma berlaku buat orang-orang yang tidak dekat sama saya saja kok”. Sambil dengan bangganya memperlihatkan pedang yang dipegangnya.
Terus saya bertanya “ Apakah ki bajak laut begitu saja insyaf dengan mudahnya melupakan masa lalu?”
Dia menjawab “ Oh iya yang lalu biarlah berlalu , kita lupakan saja yang penting sekarang kita berubah”.
Terus saya bertanya lagi” Kenapa ki bajak laut mau insyaf?”
Dia menjawab dengan suara tersendat-sendat dan berbisik “ Karena kapal ini sudah mulai tua, sudah saatnya kita memperbaikinya, serta membuat skenario seolah-olah perbaikan selalu dilakukan dari dulu”
“Oh begitu toh” kata seorang anak buahnya sambil menjilat pantat sang nahkoda.
Dan nahkoda berkata “ kamu nanti akan saya perjuangkan jadi kepala juru masak, walaupun sebenarnya kamu tidak becus masak” kepada anak buahnya tadi.

"Om bajak laut ,kenapa sih masalah memperbaiki baru terpikir sekarang" tanya saya.
"Kamu ini???! tadi manggil ki sekarang manggil om yang jelas dong! " dengan nada membentak dan menempelkan pedangnya di leher saya.
"Maaf nyet" kata saya dengan gemetaran.
"Nah gitu dong yang sopan, ya itulah ciri bajak laut segala perbaikan baru dilakukan setelah terasa akan datang kehancuran" jawabnya dengan lantang.
" Terus kenapa bajak laut itu selalu identik dengan kejahatan " tanya saya lagi.
"Ya jelas dong, di perguruan ilmu hitam saya dulu saya tidak diajarkan mempelajari karakter orang jadi saya hanya tau siapa yang lebih pandai membersihkan kotoran yang ada di badan saya, dengan dijilatlah dkk"jawab sang nahkoda.
"Emang dulu anak buah om bajak dapet darimana" tanya saya lagi.
"Oh ada yang dari terminal, jalan-jalan,semak-semak dll, cuma yang gak ada dari pesantren aja, ntar malah nyaingin saya"jawabnya.

Nyambung lagi.

Senin, 11 Februari 2008

KARYAWAN SEBAGAI MAINAN

Semua kita bisa lihat beberapa perusahaan melakukan recovery,refresh,untuk melakukan penyegaran SDM yang lebih produktif.Dengan membuat sistem kontrak dan tanpa lupa memberikan Tunjangan Pensiun Dini.Karena ada beberapa hal yang jadi pertimbangan :
1Semakin lama orang bekerja dengan posisi yang sama ,maka produktivitas akan semakin menurun.
2.Semakin lama pesangon akan semakin besar dibayarkan, sementara kembali ke No. 1.
Tapi disini.red. Perusahaan sangat tidak punya nyali untuk melakukan hal tersebut.Malahan karyawan seolah-olah dibuat mainan dengan sistem lempar-lemparan kebijakan.Dari pemerintahan orde lama dilempar ke orde baru sampai orde reformasi atau mungkin sampai kiamat sampai karyawan bosan dan mengundurkan diri.
Bagi karyawan yang tidak punya kekuatan dan koalisi sistem mafia yang kuat dengan mudahnya disingkirkan.padahal kalau dilihat dia tidak lebih buruk dari yang lainnya .
Siapa yang harus disalahkan : karyawan ,manajemen, atau masih ada pihak ketiga.
Dengan munculnya pengunduran diri dari saudara Endang dan Mawardi bagi saya adalah pembuktian dari manajemen yang bobrok, mengapa saya bilang demikian?
Manajemen tidak becus mengontrol potensi dan kemampuan karyawan,dipaksakan sehingga menjadi beban mental bagi mereka ditambah lagi kurang profesional hanya lebih mementingkan unsur kedekatan.
Mengapa harus mereka yang ditekan atau ada penyebab lain supaya stress sehingga mengundurkan diri tanpa dibayar pesangon.Sekarang kita tinjau kembali siapa yang memilih dan siapa yang merekrut?
Tonjok diri sendiri kalo memang telah salah memilih atau salah memasukan orang bukan objek yang jadi korban.
Terus terang saya adalah korban dari permainan mereka , tapi ini saya jadikan tantangan untuk membuktikan bahwa ada pepatah “ Janganlah sombong dulu selama tai lo masih bau”.

Selasa, 05 Februari 2008

Profesionalisme VS Premanisme

Untuk mewujudkan seorang profesional harus rela melepaskan sisi premanismenya.
Dimana dalam menghadapi semua hal hanya dengan kejahatan baik dengan uang,kekerasan dkk.
Tapi memang itulah citra Indonesia sebenarnya,semua dilakukan dengan cara singkat dan tidak mendidik.
Tapi jangan sampai perusahaan tempat kita bekerja menjadi miniaturnya Indonesia yang syarat dengan KKN.
Karena terbagi dua kubu pemerintahan yang menyebabkan sebuah perusahaan modal asing (PMA) sulit untuk maju.
Satu sisi ingin memajukan perusahaan satu sisi lagi hanya mau mengambil keuntungan belaka.
Memang sulit sih untuk mengakui dan introspeksi.
Yang jelas kalau sebuah perusahaan ingin menerapkan faham profesional harus bersih dari premanisme.
Pikir sendiri dan coba telaah lebih jauh.