Lagi-lagi PUK menggalang masyarakatnya untuk menolak kebijakan pemerintah PT. KEL yang meyetujui keinginan warga dengan syarat yang cukup berat. “Harus Profit apabila tuntutan PUK mau disetujui “
Dibalik itu menurut pendapat saya ada unsur politik,yaitu program “cost down under thinking”
Sekarang kita kembalikan pada pola pikir yang cukup sederhana.Memang selama ini karyawan tidak berusaha agar perusahaan ini profit???
Saya yakin 200 % semua menginginkan perusahaan maju dan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, tapi sebuah profit dan menjadikan label bonafide hanya cita-cita belaka dan kerja sia-sia tanpa didukung infrastruktur yang memadai.
Aneh benar-benar aneh??? Bagaimana seorang tukang gorengan bisa laku apabila gerobaknya kotor dan rusak,wajan sudah berkarat,minyaknya tidak ganti-ganti,bungkusnya gak tau dapet darimana ditambah penjualnya judes dan jarang mandi.Sederhana
Saya dulu sempat menyinggung masalah Inovasi, bahkan SUZUKI punya motto “inovasi tiada henti”.apa sih artinya?
Inovasi dalam ilmu lingusitik adalah fenomena munculnya perubahan baru dan bukan perubahan warisan. Inovasi berbeda dengan neologisme. Inovasi bersifat 'tidak sengaja'.,maksudnya Sebuah perusahaan yang berinovasi tidak akan pernah berhenti memperbaiki dan mencari hal-hal baru yang lebih baik,bukan membodohi , Kalo bahasa gaulnya “beli tai jual emas”,tapi selalu mencari emas-emas baru yang lebih baik.
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar