Semua kita bisa lihat beberapa perusahaan melakukan recovery,refresh,untuk melakukan penyegaran SDM yang lebih produktif.Dengan membuat sistem kontrak dan tanpa lupa memberikan Tunjangan Pensiun Dini.Karena ada beberapa hal yang jadi pertimbangan :
1Semakin lama orang bekerja dengan posisi yang sama ,maka produktivitas akan semakin menurun.
2.Semakin lama pesangon akan semakin besar dibayarkan, sementara kembali ke No. 1.
Tapi disini.red. Perusahaan sangat tidak punya nyali untuk melakukan hal tersebut.Malahan karyawan seolah-olah dibuat mainan dengan sistem lempar-lemparan kebijakan.Dari pemerintahan orde lama dilempar ke orde baru sampai orde reformasi atau mungkin sampai kiamat sampai karyawan bosan dan mengundurkan diri.
Bagi karyawan yang tidak punya kekuatan dan koalisi sistem mafia yang kuat dengan mudahnya disingkirkan.padahal kalau dilihat dia tidak lebih buruk dari yang lainnya .
Siapa yang harus disalahkan : karyawan ,manajemen, atau masih ada pihak ketiga.
Dengan munculnya pengunduran diri dari saudara Endang dan Mawardi bagi saya adalah pembuktian dari manajemen yang bobrok, mengapa saya bilang demikian?
Manajemen tidak becus mengontrol potensi dan kemampuan karyawan,dipaksakan sehingga menjadi beban mental bagi mereka ditambah lagi kurang profesional hanya lebih mementingkan unsur kedekatan.
Mengapa harus mereka yang ditekan atau ada penyebab lain supaya stress sehingga mengundurkan diri tanpa dibayar pesangon.Sekarang kita tinjau kembali siapa yang memilih dan siapa yang merekrut?
Tonjok diri sendiri kalo memang telah salah memilih atau salah memasukan orang bukan objek yang jadi korban.
Terus terang saya adalah korban dari permainan mereka , tapi ini saya jadikan tantangan untuk membuktikan bahwa ada pepatah “ Janganlah sombong dulu selama tai lo masih bau”.
Senin, 11 Februari 2008
KARYAWAN SEBAGAI MAINAN
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
3 komentar:
Inti dari semua masalah ini sebetulnya sih udah jelas dan sangat mendasar,yaitu UANG dan UANG.kalo pihak pengusaha tidak tutup mata dan tidak bersikap cuek wa rasa masalah ini ngga bakal ada.Wa sangat prihatin dengan kejadian ini.
MARI KITA BERSATU!!!!!
KARENA DENGAN KEBERSAMAAN ITULAH KITA BISA JADI KUAAAAAAAAAAAAAAAAAT
JANGAN TAKUT UNTUK MELAWAN KETIDAK ADILAN DAN KESEMENA-MENAAN.
kemiskinan sangat dekat dengan kekufuran
pertanyaan:siapa yang mau hidup dalam kemiskinan?
kenyataan hidup berbicara: andaikan kita digiring hidup untuk terus dibawah kemiskinan oleh situasi dan keadaan? apakah dosa kita melakukan hal2 yang diluar aturan/norma/agama?
ini kejadian yang baru saya alami:
Dikala sangh buah hati mendadak sakit, kondisinya sangat menghawatirkan, anak yang kita bela siang malam menderita, kita perlu segera berobat kedokter.
tp saat itu pula kondisi keuangan kita benar2 tidak mungkin untuk pergi kedokter (uang tidak pegang)
sy bertanya pada diri saya sendiri: apakah saya pengangguran?sy jawab tidak
apakah saya baru baru bekerja?
sy jawab tidak, sy bekerja sudah 12 tahun,apakah ditempat bekerja anda punya jabatan?
sy jawab jelek2 juga seorang leader?
kenapa seperti ini terjadi?
salah satu penyebabnya: saya jawab secara emosional bahwa perusahan ini DZHALIM sm karyawannya
kita digiring seperti ini
jgnkan untuk punya masa depan bagi keturunan, untuk kehidupan sehari2 sj morat marit
DZHALIM
Posting Komentar